Wahdatul Syuhud LATAIFUL ASRAR "Syech Nuruddin Ar-Raniry" Menetang Wujudiah "Hamzah Fansury"

LATAIFUL ASRAR "Syech Nuruddin Ar-Raniry"

Halaman awal naskah Lataiful Asrar
Karya-karya Tulis Ar Raniri:
1. Ash-Shiratul Mustaqim fil Fiqhi Asy Syafi’i (Jalan Lurus Terkait Fikih Madzhab Syafi’i). Bisa diasumsikan bahwa buku ini adalah buku fikih dengan bahasa Melayu yang tertua di Nusantara. Buku inilah yang kemudian disyarah oleh Syaikh Muh. Arsyad Al Banjari rahimahullah dalam bukunya yang terkenal, Sabilul Muhtadin lit Tafaqquh fi Amrid Din.
2. Kaifiyatush Sholah (Tatacara Shalat)
3. Babun Nikah (Hukum-Hukum Terkait Nikah)
4. Bustanus Salathin fi Akhbaril Awwalin wal Akhirin (Taman Raja-Raja/ sebuah buku sejarah Islam di Aceh & sekitarnya)
5. Daurratul Faraid bi Syarhil ‘Aqaid
6. At-Tibyan fi Ma’rifatil Adyan (Keterangan Tentang Agama-Agama / perbandingan agama yang ditulis menurut Al Milal wan Nihal oleh Asy Syahrastani)
7. Hidayatul Habib fit Targhib wat Tarhib (Petunjuk Sang Kekasih [Rasulullah] Tentang Anjuran & Ancaman) atau judul lainnya Al Fawaid Al Bahiyyah fil Ahaditsin Nabawiyyah
8. Hujjatush Shiddiq fi Daf’iz Zinddiq (Argumen Orang yang Benar untuk Membantah Zindiq / bantahan buat wihdatul wujud)
9. Akhbarul Akhirah bi Ahwal Yamil Qiyamah (tentang Qiyamat)
10. Jawahirul ‘Ulum fi Kasyfil Ma’lum (fikih)
11. Al Im’an fi Takfir Man Qala bi Khalqil Quran (fatwa kafirnya orang yang berpendapat bahwa Al Quran adalah makhluk)
12. Shawarimush Shiddiq li Qath’iz Zinddiq (Pedang Tajamnya Orang yang Benar Untuk Memenggal Orang Zindiq / bantahan wihdatul Wujud Hamzah Al Fanshuri )
13. Bad’u Khalqis Samawat wal Ardh (Awal Penciptaan Langit & Bumi)
14. Lathaiful Asrar
15. Tanbihul ‘Awwam fi Tahqiqil Kalam (Perhatian Buat Orang Awwam dalam Mas-alah Shalat Sunnah)
16. Rahiqul Muhammadiyyah fi Thariqish Shufiyyah
17. Kisah Iskandar Dzul Qarnain
18. ‘Umdatul I’tiqad (‘aqidah)
19. Hilludh Dhill (Halalnya Darah Orang yang Sesat -kemungkinan besar bagi penganut faham wihdatul wujud)
20. Nubdzah fi Da’wahtidh Dhill (Sekelumit Cara Mendakwahi Orang yang Menyimpang)
21. Asrarul Insan fi Ma’rifatir Ruh war Rahman (Rahasia Manusia dalam Mengenal Roh & Rohman)
22. Fathul Mubin ‘alal Mulhidin (bantahan faham wihdatul wujud)
23. Syifaul Qulub (Penawar Hati)
24. Ma’unatul Hayat li Ahlil Mamat (Bantuan Orang Hidup Buat Orang Mati / tentang
Salah satu karya nya yang amat megah adalah Lataiful Asrar. Naskah ini ditulis pada masa Sultan Iskandar Tsani Dzulillahi fil alam yaitu pada tahun 1050 H sebagimana jelasnya termaktub di halaman awal naskah 
Manuskrip ini juga ditulis untuk memberantas paham Wujudiah di Aceh pada saat itu. Jasanya dalam Memberantas Faham Wihdatul Wudjud Setelah mendapatkan pijakan kuat di istana Sulthan Aceh, Ar Raniri mulai melancarkan gagasannya. Menurutnya, Islam di wilayah ini telah dikacaukan kesalahpahaman atas doktrin shufi. Ar Raniri selama 7 th. di Aceh sebagai alim, mufti, dan penulis produktif yang mencurahkan banyak tenaga untuk menolak paham manunggaling kawulo gusti (wihdatul wujud). Bahkan beliau mengeluarkan fatwa yang mengarah semacam perburuan terhadap orang-orang sesat; membunuh orang-orang yang menolak melepaskan keyakinan & meninggalkan praktek-praktek sesat mereka, serta membakar seluruh buku mereka hingga menjadi abu.
Lebah jauh, Ar Raniri menantang penganut faham wihdatul wujud memperdebatkan mas-alah ini di istana Kasultanan di hadapan sulthan. Dalam beberapa kasus, perdebatan-perdebatan sangat sengit dan berlangsung selama beberapa hari.
Sulthan Iskandar Tsani berulangkali memerintahkan para panganut faham wihdatul wujud untuk merobah keyakinan mereka & bertobat, karena kesesatan mereka, namun sia-sia. Akhirnya, Sulthan memerintahkan agar mereka dibunuh & buku-buku mereka dibakar di depan masjid besar Banda Aceh, Baitur Rahman

KOLEKSI MASYKUR
JUDUL NASKAH: LATAIFUL ASRAR
KONDISI: LENGKAP DAN BAIK
KARANGAN: SYECH NURUDDIN AR RANIRY
ISI TENTANG : TAUHID TASAWUF

Post a Comment

0 Comments